Minggu, 18 Oktober 2009

harlah ebez

selamat ulang tahun!!
selamat ulang tahun!!!
selamat ulang tahun!!!!
selamat ulang tahun!!!!!

happy b'day to you..
happy b'day to you....
happy b'day to you......
happy b'day to you.........
happy b' day, happy b'day, happy b'day to you...!!!

hari ini ayahku ultah, tapi aku gak di rumah gak bisa ndampingin beliau, gak bisa ngucapin selamat langsung, cuma ada satu cara, via hp, hikss...
yeahhh, pokoknya wishing everytin's u will come true. 'n wish you da best. luph you pak, my hero (bapak dan ibuku) :-) mode on

"Hanacaraka" media Rehabilitasi Saraf


tadi malam gak bisa tidur, jam 3 AM di ponselku waktu itu, tapi aku masih merem melek, kriep-kriep. udah beraktifitas macem-macem tetep aja, gak bisa merem. ahirnya cuma ada dua pilihan, pesbukan ato baca buku. hehehehe, prikitiuw... dua pilihan yang tidak sebanding, bahkan hampir berbanding terbalik!!!
dari pada bingung mendingan baca buku trud direview di fb ato blog!!
"Hanacaraka" Rehabilitasi Saraf. karya dr. Arman, spesialis saraf (aku lupa singkatan titelnya, wkwkwkw). dalam buku ini, dr. Arman membahsa mengenai hanacaraka, dari aspek artistik, budaya dan bidang keilmuan beliau, kedokteran.
dalam buku ini dijelaskan bahwa hanacaraka dapat merangsang sisi kreatifitas seseorang, menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri, dan bisa menjadi media rehabilitasi saraf dilihat dari aspek spasial huruf tersebut.
manfaat-manfaat di atas dapat diperoleh hanya dengan sering berlatih menulis hanacaraka!!
dalam penelitian tersebut, dr. Arman tidak hanya berfokus pada hanacaraka, tetapi telah dikomparasikan dengan beberapa huruf serumpun, e.g huruf jawa kuno, huruf sunda kuno, huruf India, dll. dari perbandingan tersebut hanacaraka menempati posisi sempurna untuk menjadi media rehabilitasi saraf, bahkan jika dibandingkan dengan metode lain, hanacaraka lebih efektif untuk digunakan. dari sisi budaya, jika riset tesebut didemostrasikan, maka dapat turut menjaga eksistensi budaya Jawa. buat pemerintah jangan samapai kecolongan lagi, budaya kita diklaim oleh negeri seberang (Malaysia trully Indonesia), hehehe...
yang jadi masalah adalah, meskipun dari tingkat SD sampa tingkat menengah penulisan bahasa diajarkan bagi yang bahasa ibunya bahasa Jawa, tetap saja kemampuan penguasaan penulisan tersebut sangat redah, gak expert. apalagi salema ini mata pelajaran Bahasa jawa sering dianaktirikan dan dianggap pelajaran sampingan (based on privet experience, hehehe.
ada kutipan yang menyebalkan, tapi bisa jadi motivasi buat kita
"tak ada seorangpun yang melebihi aku dalam memahami dan mengenal kebudayaan Jawa beserta komponen-komponennya". parahnya kutipan tadi diucapkan oleh Thomsound raffles, yang dalam dironya tak mengalir sedikitpun darah Jawa!!
yuuk, belajar Nulis Jawa, melestarikan warisan leluhur dan jadi manusia yang berbudaya (???).
narsis + rasis dikit ahh,
hidup manusia jawa!!!!!

The Kite Runner


Ahirnya.. Dengan sedikit perjuangan, begadang sampe jam 2 detemani segelas teh tubruk merek nutu, aku melahap novel ni. dua minggu, Waktu yangg cukup lama untuk sebuah novel. Sebenernya aku tertarik dengan novel ini berawal dari filmnya yang lebih dulu aku tonton.

karya perdana khaled hosseini. Meskipun karya perdana dia berhasil membuat aku nangis bombay, hehe.. novel ni telah diterjemahkan ke 43 bahasa d seluruh dunia, bahkan hosseini dinobatkan menjadi 100 tokoh paling berpengaruh tahun 2008 versi majalah time, woww 2 thumbs up for him!!
latar ceritanya berawal di afgan yg damai kemudian carut marut karena pendudukan sovyet, dan ahirnya jatuh ke taliban. berkisah mengnai pershabatan anak majikan dengan pembantu, amir dan hasan. Amir adalah etnis pashtun yang merupakan mayoritas penduduk afgan, dari keluarga kaya raya dan terhormat di afgan sedangkan hassan adalah etnis hazara, kasta terendah (dianggap rendah) yang bahkan menjdikan mereka pembantupun enggan.
ceritapun berlanjut..
baba, ayah amir tetap memperlakukan hasan dan ayahnya, ali dengan baik mskipun mereka hazara. Sayangnya perlakuan baba justru membuat amir merasa tersisih. Berbagai cara dilakukan amir untuk merebut hati baba, tapi gagal. Hingga suatu hari dia memenangkan turnamen layang-layang di distrik mereka tinggal, hati baba pun mulai cair. Pada saat bersamaan amir melakukan penghianatan terbesar dalam hidupnya terhadap hasan. Mmmm, Penghianatan tersebut selalu menghantui amir namun justru berbuntut pada suatu kebohongan yg beruntun.
and the story goes..
di akhir cerita, setelah 15 tahun baba meninggal, kebohongan terbesar baba terungkap. Siapa yang bisa marah dan menuntut orang yang sudah mati, NO ONE! kadang kehormatan bagi seorang pria lebih berharga daripada sebuah kebenaran yang terpendam. mengutip kalimat teteh: men have their own secret!
ternyata hassan adalah saudara tiri amir (di luar nikah). baba loves hasan by his own way, membiarkan kebenaran terkubur selama puluhan tahun hanya karena kehormatan dan harga diri..!!
membaca novel ini, bener-bener bisa meraba dan merasakan saat-saat menegangkan ketika taliban melewati kaewasan perumahan, membasmi kaum hazara, menegakkan kebnaran (dianggap bnar) dengan cara mereka. Melihat rusakny tatanan masyarakat karena perang, kita juga akan ikut merasa bersalah terhadap hassam dan hidupnya.