Kamis, 15 April 2010

Sego Megono dan Soto Tauto

ngomongin Megono dan Tauto, jadi inget sama ndesoku di pelosok pekalongan sana.
Sego Megono dan Soto Tauto, bagi sebagian orang mungkin masih asing dengan makanan ini. namun tidak bagi orang-orang yang berdomisili di Pekalongan dan sekitarnya. Soto Tauto dan Sego Megono adalah salah satu kuliner khas warisan kota batik Pekalongan, bagian kecil dari sekian banyak ragam kuliner nusantara.
Soto merupakan makanan berkuah khas Indonesia dengan kaldu daging dan sayuran yang ditambah dengan irisan daging baik ayam, sapi atau kerbau. dari ragamnya, hampir semua daerah memiliki soto dengan ciri khasnya masing-masing. Ada soto Betawi, Soto Lamongan, soto Makassar atau coto dan masih banyak lagi. Satu diantaranya adalah Soto Tauto atau bisany hanya disebut Tauto, yang menurut masyarakat setempat adalah gabungan dari kata soto dan Tauco. memang yang membedakan tauto dengan soto-soto daerah lain adalah bumbunya yang khas dan unik, tauco. aromanya juga khas tauco dengan kuah yang agak gelap. biasanya disajikan dengan lontong. daging yang digunakan pun bukan ayam atau sapi tapi babat kebo (kerbau).
lain halnya dengan megono, biasanya megono menjadi menu andalan untuk sarapan pagi. cocok banget dimakan sama tempe mendoan dan ikan asin. umunya dibungkus dengan daun pisang dan dijual saat masih mengepul atau baru mateng. Bahan dasarnya adalah nangka muda, orang-orang Pekalongan biasa menyebutnya Gori. Gori ini dicincang halus dan ditambah dengan kelapa yang udah diparut dan ditambah bumbu urapan atau bumbu kluban. komposisi tepatnya aku kurang tahu, karena secara pribadi aku nggak pernah membuat sendiri, hehehe...
pengen tahu rasa dari kedua makanan ini?? gurih dan muanteb. ada pedesnya, ada manisnya dikit, ada aroma rempah, campur aduk.baik soto maupun megono,  yang jelas uenak poll.
kalau ada yang pernah ke pelakalongan, pasti dimana-dimana banyak warung yang menyediakan megono atau tauto, mudah banget diketemukan dari sudut kota hingga ke pelosok desa. sayangnya, megono dan tauto ini susah untuk dicari di kota lain. hal ini sampai sekarang masih menjadi pertanyaan untuk aku pribadi. kenapa?? karena sate madura ada dimana-mana, bakso Malang yang mudah ditemin di seluruh kota , Coto Makassar bahkan sudah berkeliaran di seluruh Jawa. hemm.. mungkin daya saing orang pekalongan-nya aja ya yang kurang tinggi, atau emang daya urban mereka yang cenderung kecil bila dibandingkan masyarakat Madura, ah... yang jelas sekarang aku lagi pengen sarapan Megono dan makan Tauto

0 comments:

Posting Komentar

teman-temanku, menulis adalah kolaborasi antara hati dan pikiran kita, tulislah saran, kritik, uneg2, atau sekedar tanggapan kalian.

well, siapapun kalian,
terimakasih untuk meninggalkan jejak langkah disini, :)