Selasa, 15 Juni 2010

Pesona Pantai Pasir Putih Trenggalek


Treanggalek, kabupaten kecil di Jawa Timur, menyajikan wisata alam yang mempesona. Alamnya yang hijau, berlekuk dan bergunung begitu menyegarkan untuk dinikmati. Salah satu wisata yang diunggulkan disini adalah pantai.  Sayangnya keindahan pantai itu belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Boro-boro wisatanya, nama Trenggalek saja mungkin bagi sebagian orang masih ada yang baru tahu. Ini adalah PR untuk dinas pariwisata Treanggalek agar lebih mempopulerkan wisata pantainya yang indah.

Senin, 14 Juni 2010

mimpiku luruh bersama hujan


ragu menerkamku ke perut bumi
mengalirkan gairah resah
yang merasuk dan meraja
mengaburkan mimpi yang sempat kurenda
aku pun tak kuasa mengahalaunya
dan mimpi itu mulai memudar
luruh bersama hujan 

Minggu, 13 Juni 2010

Aku Masih Disini

Sore ini, mendung bergelayut
Bening suaramu samar terdengar
Aku menajamkan telingaku
Suaramu masih sama
Seperti dulu,  saat aku mengenalmu

Histeria Buku

Setelah lama menghilang dari peredaran blogosphere, akhirnya aku kembali. huhuhu..
Ada banyak kisah yang ingin aku ceritakan, tapi waktu terasa hanya sejengkal, hingga tak semua kataku mampu kutorehkan  dalam jalinan cerita.
Aku memang menghilang, tapi tenang saja, aku masih rajin mengintip tiap kata yang tersaji di rumah kalian. menghilangku bukan karena jera, lara ataupun karena bola, tapi karena banyaknya agenda yang harus segera aku selesaikan, banyaknya catatan yang harus aku revisi, banyaknya janji yang harus aku tepati, dan banyaknya buku yang harus aku baca. sebenarnya dari sekian agendaku, histeria bukulah yang memakan waktuku. Dan aku menikmatinya!

Senin, 07 Juni 2010

Imperia

Novel perdana Akmal Nasery Basral, wartawan majalah Tempo. Diterbitkan oleh AKOER pada tahun 2005. Judulnya diambil dari patung wanita abad pertengahan: Imperia. Patung ini setinggi 7-8 meter dan diletakkan di dekat danau bonanza di kota kecil konstansz, Jerman. Petung ini bukanlah patung pahlawan, patung pemimpin negeri atau patung orang terkemuka, melainkan patung seorang pelacur Italia yang hidup di abad 14.  Mungkin bisa diangap sebagai patung orang "berpengaruh" tergantung dari sisi mana kita melihat "pengaruh" itu.

Minggu, 06 Juni 2010

Male Answer Syndrome

Apa yang terlintas di benak kita mendengar istilah ini?
Agak unik, ternyata  ada sindrom seperti ini.
Male Answer Syndrome atau lebih dikenal dengan MAS adalah kecenderungan beberapa orang untuk menjawab pertanyaan bahkan ketika mereka tidak tahu jawabannya. Terutama di kalangan laki-laki. Hal ini mungkin yang menyebabkan sindrom ini diujuluki dengan gender mereka, Male. Tapi tidak menutup kemungkinan perempuan pun mengidap sindroma jenis ini, hanya saja porsinya lebih sedikit.  Sindrom ini paling sering memanifestasikan dirinya ketika penderita ditanya oleh  lawan jenis. Istilah ini diutarakan pertama kali oleh Jane Campbell di the "Utne Reader" pada tahun 1992.

Jumat, 04 Juni 2010

Award: untuk yang pertama kali

Aku sudah agak lama punya blog, pertama jatuh hati ke blogspot, selingkuh ke wp, lari ke multiply terus balik lagi ke cinta pertamaku, blogspot. Tapi baru eksis ngeblog ya tahun ini, 2010. Jadi meskipun usia blogku udah sepuh, sebenarnya yang empunya tetep belum tahu apa-apa. Baru tahu kalau dunia blogosphere ternyata benar-benar menyenangkan, dan untuk pertama kalinya selama ngeblog aku dapat award dari sahabat blogger, bahkan dapat tiga award sekaligus. Semuanya dari Rinda. Berawal dari cerita ke dia kalau aku belum pernah dapat award, eh dia jadi kasian kayaknya, makanya memberikan award ini untuk aku. hehehe.. untuk Miss Rinda makasih ya buat awardnya,^^

Kamis, 03 Juni 2010

Epistoholic, Penulis yang Idealis?

Mereka adalah penulis, tapi bukan penulis yang berharap untuk eksis ataupun narsis.  mereka juga tidak berharap untuk tenar ataupun terkenal. Mereka menyuarakan hati meskipun tanpa imajinasi. Mereka bermain kata dengan apa yang ada di dekatnya, di lingkungannya, dan mungkin apa yang menimpa negaranya. Mereka menulis apa yang mereka lihat, mereka rasakan, dan mungkin apa yang mereka harapkan. Mereka menulis dengan gaya mereka dan sesuka mereka, tanpa terikat dengan prosedur penerbitan atau hukum pasar, karena mereka menulis dengan hati.  Mereka menulis realitas yang ada, tanpa bermaksud mencari sensasi ataupun kontroversi.