Senin, 26 Februari 2018

NHW #5 : MEMBUAT DESAIN PEMBELAJARAN ALA DIRI SENDIRI



Alhamdulillah, Akhirnya aku bisa sampai di NHW #5. Kalau dua NHW sebelum ini tidak tepat waktu, kali ini berusaha banget agar bisa on time, meskipun mengerjakannya juga menjelang deadline. Karena biasanya inspirasi justru hadir di detik-detik terakhir (haish, singsingkan lengan baju).

Tugas kali ini adalah  membuat "desain pembelajaran". Makanan apa pula itu ya?
hehehe, berhubung aku bukan akademisi dan tidak berkecimpung langsung di dunia pendidikan formal, jadi baru kali ini mendengarnya, eh, membacanya. Karena bingung, aku sampai berkali-kali bolak balik ke gugel classroom, kembali lagi ke wa grup, baca ulang lagi, satu per satu.

Jadi inti dari tugas  ini adalah membuat desain pembelajaran untuk diri kita sendiri, kalau bahasa akademiknya RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), atau gampangnya untuk orang non akdemaik, membuat kurikulum ala kita, Customized Curiculum. Dan akhirnya untuk memantapkan pemahaman aku pribadi, mbah gugel lah jawabannya.

"Desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik."

Minggu, 25 Februari 2018

Mister Oksi

Aku bosan sekali di dalam rumah. Sudah hampir satu minggu aku terkurung disini. Ayah melarangku keluar rumah. Aku juga tidak berani melanggarnya.
Dulu, sekitar 6 bulan yang lalu, pernah sekali aku nekat keluar rumah, melanggar perintah ayah. Aku diam-diam keluar rumah  saat ayah tidak ada, waktu itu aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar, menemui temanku di ujung gang. Belum jauh kaki melangkah, tiba-tiba kepalaku pusing, nafasku sesak dan tersengal, dan semuanya gelap. Namun aku masih bisa mendengar alarm otomatis tanda bahaya di tubuhku berbunyi, dan ayah datang secepat kilat.
Saat tersadar, aku sudah berada di dalam kamar intensif. Hidungku disambungkan dengan selang. Kamar tempatku berada dikelilingi kaca. Aku bisa melihat ayah mondar mandir ke kanan dan ke kiri. Saat melihatku tersadar, ayah segera masuk dan memarahiku habis-habisan. Aku mengkeret dan menangis.

Jumat, 23 Februari 2018

MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH



Memasuki minggu ke empat matrikulasi, seperti biasa, materi semakin meningkat, begitupun dengan tugasnya, melibatkan seluruh isi hati dan pikiran. Kali ini temanya tentang kekuatan fitrah. Untuk para penggemar buku dan emak-emak pembelajar tentunya sudah tidak asing dengan judul diatas bukan?
iyup, seperti bukunya Ust. Harry Santosa; Fitrah Based Education. Sayangnya, aku belum full membaca buku tersebut, baru sepenggal-sepenggal, jika kelar insya Allah nanti aku buatkan reviewnya disini.

Mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dsbnya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.  Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca?

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH




Keluarga adalah komunitas terkecil dari sebuah peradaban. karenanya, dari dalam rumahlah peradaban terbentuk. Kita sebagai orangtua lah pembentuk utamanya, mengantarkan anak-anak menuju peran peradabannya. Amanah ini lah yang dipercayakan kepada kita sebagai orangtua untuk mendidik anak-anak sesuai kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita. Karena sejatinya, tiap individu terlahir dilengkapi  dengan misi spesifikNya. Begitu pun dengan keluarga kecil kita. Allah punya tujuan mengapa seorang istri dan suami dipertemukan, mengapa kita ada di lingkungan kita sekarang, dan mengapa anak-anak yang menggemaskan itu terlahir dari rahim kita. Kita wajib menggali, menemukan misi spesifik itu.

Kamis, 15 Februari 2018

Mondis Sakit Gigi

"Bunda, Tupis mau main ke rumah Mondis ya.” Teriak Tupis, si tupai yang periang.
"Boleh, tapi nanti kalau dengar adzan dhuhur pulang ya, waktunya sholat dan makan siang". Jawab Bunda Tupis sembari tersenyum simpul. Tupis segera beranjak dan melompat-lompat kecil dari dahan ke dahan menuju rumah mondis, si monyet sahabatnya. Sesampai di rumah Mondis, rumah pohon yang yang hangat dan nyaman, Tupis mengetuk pintu dan mengucap salam. Bunda Mondis bergegas membukakan pintu.
"Eh, nak Tupis, monggo pinarak, masuk sini nak." Bunda Mondis terlihat sangat senang dengan kehadiran Tupis.
"Tupis, kebetulan sekali, dari tadi Mondis menangis dan marah-marah. Dia belum mau makan, bahkan pisang goreng coklat keju kesukaannya saja dibiarkan dingin, tidak dilirik sama sekali. Siapa tahu nak Tupis bisa membujuk Mondis." Nampak sekali Bunda Mondis sudah sebal mendengar tangisan dan rengekan Mondis, bahkan sudah kehabisan akal untuk menenangkannya.
"Memangnya kenapa Bude?" tanya Tupis dengan antusias.

Senin, 05 Februari 2018

Indikator Ibu Profesional

Memasuki minggu ke dua matrikulasi institut ibu profesional, kelas makin seru dan rame, dan tentu saja tugas alias NHWnya makin berat dibanding NHW #1. ya iya lah ya, harus meningkat dan terus meningkat. Nah NHW #2 kali ini kami diminta untuk membuat indikator ibu profesional. Sound uWow kan?

Indikator ini bukan hanya dari satu sisi, tapi dari 3 sisi profesionalisme perempuan,

1. sebagai individu
2. sebagai seorang istri
3. sebagai seorang ibu

Serunya mengerjakan NHW di IIP itu mengena banget, aplikatif dan disesuaikan dengan kehidupan riil masing-masing ibu pembelajar. Jadi tidak bisa saling menyontek, hehehehe. Boro-boro nyontek, mengerjakannya saja perlu perenungan. NHW #2 kali ini bertujuan agar kita para ibu bisa menjadi ibu yang profesional kebanggaan keluarga. Tugas ini bisa menjadi acuan ketika ibu pembelajar mulai melenceng dari tujuan yang dicita-citakan, jadi para ibu bisa lebih menata diri, mengatur  diri dan keluarga menjadi lebih baik dari hari ke hari. Dengan tugas ini, para ibu juga bisa belajar lebih istiqomah, yang jika tidak dipaksakan ya akan begini-begini saja, mengalir laksana air. Bukankah bisa itu karena terbiasa.

Bermain terencana atau spontan??

Jaman  masih kerja (sekarang cuti hamil), aku seringkali membuat rencana bermain untuk anak terutama saat weekend. Tujuannya agar lebih te...