Senin, 25 April 2011

Ungkapan Rasa Tanpa Kata



Sosok itu terisak dalam goresan luka. Sedu sedannya menyayat. Aku tak pernah sanggup melihatnya menangis. Dengan lembut kuelus rambut hitamnya yang terurai dengan indah. Tak ada sepatah kata pun yang terucap, senyap.  Isakannya menjadi denting luka yang memantul-mantul di hatiku.

Perlahan dia menghentikan isaknya dan dengan lembut memelukku. Pelukannya masih hangat, seperti dulu.
 
“Semuanya sudah berakhir” lirihnya berbisik, kembali terisak.

Aku menatap matanya dengan tenang. Dalam diam kucoba menegarkannnya.

“Bahkan dalam tangis pun kamu tetap nampak tegar” gumamku dalam hati.

“Aku gagal.” ia tergeragap merangkai kata-kata itu.

Aku hanya menggeleng sembari tersenyum. Palu hakim di pengadilan Agama adalah tanda berakhirnya pernikahan sahabatku.

“Ah, Seandainya aku bisa menenangkannya dengan kata, mungkin semuanya akan lebih mudah dan lebih indah.”

Apapun jalan hidupnya, dia tetap sahabat terbaikku. Dalam bahasa diamku mengalir ribuan cinta untuknya. Bisuku bukanlah batasan dalam persahabatan kami. Karena kami saling memahami ungkapan rasa tanpa kata, hingga tercipta persahabatan nan indah.


Kisah ini diikutsertakan untuk menyemarakkan kuis cerpelai persahabatan

14 komentar:

  1. Persahabatan yang kekal abadi emang indah sekali ya

    BalasHapus
  2. :) yups, indah, seneng banget kalo bisa punya sahabat yang menyenangkan, kaya ibuDini, ^^

    BalasHapus
  3. mm.. kalo udah ihtiar tetep gagal mungkin emang ga berjodoh kali ya, udah deh cari lagi yang lain.. ^^

    BalasHapus
  4. wah, hakim ya? :D

    akhirnya kau ikut cerpelai juga heheh SEMANGAT dengan ketukan HAKIM.....

    BalasHapus
  5. kalau sudah sehati, ungkapan kata memang tidak dibutuhkan lagi. menyayangi dalam diam ^^

    BalasHapus
  6. semoga cerpelai nya menang ya :)

    BalasHapus
  7. Semua persyaratan sudah terpenuhi sehingga cerpelai ini sudah disahkan sebagai peserta. Terima kasih ... ^_^

    BalasHapus
  8. kadang persahabatan juga lah yang menyelamatkan kandasnya hubungan cinta.

    semoga sukses kontesnya dan bawa pulang duitnya :)

    BalasHapus
  9. memang temen harus ada dalam suka duka ya :)
    semoga menang

    BalasHapus
  10. like it...
    moga menang deh. :)

    BalasHapus
  11. Mntabzz.... nilai sebuah persahabatan.
    Sukses untuk lombanya ya Mba.

    Salam

    Ejawantah's Blog

    BalasHapus
  12. perceraian adalah pekerjaan halal yang dibenci Allah SWT....semoga semua pihak dapat berinstropeksi....jangan anak2 yang menjadi korban keegoan mereka...

    BalasHapus
  13. Sedih banget...

    Hmmm, nggak tau mau bilang apa...

    Speechless...

    Semoga sahabatnya baik-baik saja yaa, nggak terlalu sedih...

    Aku nggak tau kenapa mereka berpisah, tapi senyesek-nyeseknya sebuah perpisahan, masih lebih nyesek hidup dengan seseorang yang udah nggak sehati lagi dengan kita... *plak sok tau bgt deh ini anak kecil... Hikss...

    Tadi, saya yakin temennya pasti bisa survive, soalnya dia punya sahabat yang baik kayak mbak... :))

    BalasHapus
  14. ketika tangis dianggap bisa menyelesaikan masalah, akan selalu ada tangan sahabat yang terulur untuk membantu. sukses untuk kontes cerpelainya yaak Nai! goodluck..

    BalasHapus

teman-temanku, menulis adalah kolaborasi antara hati dan pikiran kita, tulislah saran, kritik, uneg2, atau sekedar tanggapan kalian.

well, siapapun kalian,
terimakasih untuk meninggalkan jejak langkah disini, :)