Minggu, 10 Juni 2018

Petasan

Siapa yang tidak tahu petasan? Sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah saat Ramadhan petasan turut serta memeriahkan, pun ketika lebaran. Tapi saya tidak bisa menemukan korelasi antara Ramadhan dengan petasan. Justru menurut saya ini adalah hal yang aneh dan mubadzir. Memeriahkan Ramadhan seharusnya diisi dengan hal-hal baik sesuai syariat, sesuai aturan agama islam. Ada banyak cara, misalnya dengan memperbanyak tadarus, berbagi takjil, memberi makan berbuka orang berpuasa, menghadiri majlis taklim, berbagi pakaian kepada anak yatim maupun dhuafa, dan masih banyak kegiatan positif lain yang bermanfaat.

Herannya, kebiasaan menyalakan petasan di bulan Ramadhan masih lestari sampai saat ini, bukan hanya anak-anak kecil, tapi kalangan dewasa pun ada yang ikut melakukannya. Bedanya, jika anak kecil petasannya sekelas teri atau yang biasa disebut mercon. Orang-orang dewasa agak lebih bergengsi, mereka menggunakan kembang api yang bisa membumbung tinggi ke angkasa, menghadirkan cahaya yang berwarna warni, indah dipandang tapi berisik untuk didengar.

Sabtu, 09 Juni 2018

Mudik Lebaran

Setelah menjalani satu bulan penuh puasa selama Ramadhan, maka setelahnya umat muslim merayakan idul fitri atau yang biasa kita sebut lebaran. Lebaran identik dengan mudik. Pada momen ini, orang-orang perantauan memanfaatkannya untuk kembali ke kampung halaman. Ada juga yang memanfaatkannya untuk berkunjung ke mertua atau saudara jauh. Lebaran menjadi momen yang sangat pas untuk saling bersilaturrahim. Mudik menjadi ciri khas, budaya bahkan seolah menjadi sebuah keharusan saat lebaran tiba.

Berbicara soal mudik, kiranya tidak akan pernah lepas dengan tiket. Sarana transportasi dipilih, biasanya jauh-jauh hari sebelum keberangkatan mudik, disesuaikan dengan kantong pribadi masing-masing. Banyak orang memilih kereta api sebagai sarana transportasi untuk mudik. Tiket kereta bisa dipesan dan dibeli tiga bulan sebelum keberangkatan. Biasanya langsung ludes, berebut. beruntungnya sekarang ini, zaman now, pembelian tiket tidak perlu antri mengular seperti dulu kala. Cukup duduk manis di depan laptop/komputer atau bahkan dengan sambil bermalasan tidur-tiduran dengan menggunakan gawai, sudah melakukan pemesanan.

Selasa, 05 Juni 2018

Agha dan Cerita Para Nabi



Ahad kemaren saya membersamai Agha main di halaman rumah. Waktu itu adek Affan tidur lelap di ayunan yang biasa kami sebut dondang (bahasa lokal). Agha asik berlarian di halaman dengan mbak Nisrin, sepupunya. Ada saja yang mereka kerjakan sepanjang hari ini, dari bermain lego, mobil-mobilan, miniatur hewan dan beralih ke puzzle hijaiyah. Bosan dengan itu semua, mereka pindah ke halaman, bermain tanah dan kerikil, berlanjut dengan berlarian kejar-kejaran.

Saat sudah kelelahan mereka memilih duduk di lantai teras depan dengan ngos-ngosan. Tiba-tiba Agha berceloteh, "Nda, cerita."

"Eh, mau cerita apa?" tanya saya agak kaget dengan permintaannya yang tiba-tiba.
"Eman Nda," pinta Agha dengan mantap.
"Ha? Eman apa Sayang?" kadang saya masih belum bisa menerjemahkan bahasanya yang khas anak kecil, belum sempurna dan kurang jelas. Agha nampak kesal karena saya tidak memahami bahasanya.
"Eman Nda, sama semut," jawab Agha dengan cemberut. Nisrin di sebelahnya hanya mendengarkan dan memperhatikan kami bercengkrama.
"Owalah, Nabi Sulaiman dan Semut?"
"He'eh," jawab Agha sembari mengangguk.

Minggu, 03 Juni 2018

Adakah Remaja dalam Islam?



Setelah hampir satu minggu saya melewati hari tanpa menulis, dan saya tertinggal beberapa challenge, malam ini saya memaksakan diri untuk kembali menulis. Temanya tentang remaja. Awalnya bingung, subtema apa yang akan saya angkat terkait remaja. Bersyukur bisa menemukan titik terang di detik-detik terakhir, injury time.

Remaja, terlintas di pikiran, beda enggak ya sama pemuda? Dari beberapa yang saya baca ternyata pemuda dan remaja berbeda. Remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada periode ini mereka, para remaja dalam proses pencarian jati diri, mendefinisikan dirinya sendiri.

Adapun pemuda adalah masa dewasa awal. Pada periode ini mereka, para pemuda membangun pribadi yang mandiri dan terlibat secara sosial. Yang artinya mereka telah selesai dengan dirinya, sudah mendefinisikan diri mereka sendiri, mengenal dirinya sendiri.

Nuzulul Qur'an


Nuzulul quran secara harfiah adalah gabungan dua kata bahasa arab, nuzul dan quran. Nuzul artinya turun, tiba, atau sampai, sedangkan Alquran, banyak perselisihan pendapat terkait ini, namun mayoritas ulama' berpendapat bahwa Alquran berasal dari kata qoro'a yang artinya membaca, dan alquran adalah bentuk masdarnya, yang artinya bacaan. Secara keseluruhan nuzulul quran dapat diartikan turunnya Alquran. Menurut istilah nuzulul quran adalah peristiwa penting turunnya Alquran dari lauhul mahfudz ke baitul izzah di langit dunia. Kemudian secara berangsur-angsur firman Allah tersebut diwahyukan kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril dalam kurun waktu kurang lebih 23 tahun.

Alquran yang kita kenal sekarang dan biasa kita baca saat ini terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6236 ayat yang dibuka dengan surat Alfatihah dan diakhiri dengan surat Annas. Adapun  surat pertama yang diturunkan adalah surat Alalaq ayat 1 - 5, yang berisi tentang perintah membaca. Ayat tersebut diturunkan di gua Hira' pada saat nabi Muhammada berusia 40 tahun. Dengan turunnya ayat ini, menjadi awal dari masa kenabian. Adapun surat terakhir yang diturunkan adalah surat almaidah ayat 3, yang berisi tentang telah sempurnanya agama Islam. ayat ini turun di Arafah pada saat haji wada'. Dengan turunnya ayat ini seolah menjadi salah satu penanda detik-detik menjelang perpisahan dengan baginda Rasul.

Sebagian besar ulama sepakat bahwa malam nuzulul quran adalah tanggal 17 Ramadhan, hal ini berdasarkan quran surat Albaqarah ayat 185 :

Mainan edukatif tidak harus mahal

Seorang ibu tentunya selain bertugas mendidik anak juga bertugas mengatur keuangan keluarga. Bukan sebagai kasir, tapi lebih dari itu har...