Jumat, 25 Mei 2018

Kebutuhan saat Lebaran meroket? Ini tipsnya!



Hai gaess, menjelang lebaran seperti saat ini biasanya pusat perbelanjaan baik pasar maupun mall sangat ramai, penuh sesak bahkan seringkali melebihi keramaian masjid, terutama lapak baju. Mungkin karena sudah membudaya di negeri kita tercinta, lebaran identik dengan baju baru. Padahal penyanyi cilik dulu sudah jelas menyanyikan lagu yang liriknya sangat bagus, " Baju baru alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya, tak punya pun tak apa-apa masih ada baju yang lama."

Nah, buat para bunda yang galau memetakan uang belanja untuk kebutuhan lebaran, ada baiknya ikuti tips di bawah berikut ini:

Kamis, 24 Mei 2018

Tujuh Hari Puasa



Tak terasa waktu berlalu teramat cepat, sudah tujuh hari kita menjalankan puasa. Tersisa tiga minggu lagi untuk mengisi Ramadhan, mengejar ketertinggalan. Yuk, mari kita evaluasi bersama, sudah sejauh mana tadarus kita? Sudah rutinkah tahajud kita? Bagaimana dengan dhuha? Lalu, tarawih, adakah yang terlupa dan kita absen darinya? Masih sempatkah kita berghibah? Ah, deretan pertanyaan ini hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya sejujur-jujurnya. Jadi, apapun jawabannya, selama Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bernafas di bulan Ramadhan ini, mari kita manfaatkan baik-baik, menambal yang harus dibenahi.

Rabu, 23 Mei 2018

Cerita Tarawihku



Suara adzan berkumandang, memanggil umat islam agar segera berdatangan ke mushola atau masjid, mendirikan sholat berjamaah. Dengan perut kenyang setelah berbuka, mereka tetap bersemangat, bergulir ke mushola. Gesekan suara sandal dengan ubin di gang sebelah rumah sesekali terdengar, tanda mereka terburu-buru takut tertinggal. Ada pula suara riuh anak-anak diiringi canda tawa, yang berjalan ke mushola, ingin ikut melantunkan puji-pujian sembari menunggu imam datang. Ada juga yang datang dengan langkah gontai, entah kekenyangan berbuka atau justru karena lapar belum makan besar, baru sekedar takjil. Pemandangan dan suara-suara tersebut sudah menjadi rutinitas harian, apalagi saat Ramadhan seperti sekarang, jumlah mereka bisa naik hampir dua kali lipat dibanding hari biasa.

Aku duduk di kursi depan sembari mengamati, menikmati pemandangan ini setiap hari. Sudah tiga tahun berlalu, aku tidak bisa menjadi bagian dari para jamaah tarawih. Ingin rasanya segera wudhu dan berlari ke mushola. Rasa rindu ini teramat sangat, menyeruak. Merindui tarawih dengan rakaat-rakaatnya, mengikuti irama para imam.

Selasa, 22 Mei 2018

Semarak Ramadhan di Desa


Ramadhan , bulan dimana pahala dilipatgandakan. Di bulan ini, Orang-orang beriman saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Mushola maupun masjid menjadi sangat ramai dan lebih hidup dibanding bulan lain.

Di desa saya, desa dengan lanskap persawahan dan dikelilingi sungai-sungai besar di kanan dan kirinya, hampir tiap mushola selalu ada agenda tadarus sehabis sholat isya saat bulan Ramadhan. Agenda ini sudah membudaya sejak saya masih kecil atau bahkan mungkin sejak orangtua saya kecil. Pengeras suara mushola mengudara dengan lantunan ayat-ayat Alquran hingga malam. Anak-anak kecil berkerumun menjadi pendengar, menyimak ayat-ayat Allah. Pada gilirannya mereka juga membaca untuk disimak oleh orang dewasa, dan dibenarkan bacaannya jika ada yang tidak sesuai entah tajwid maupun makhorijul hurufnya.

Senin, 21 Mei 2018

Sahur Terakhir Bersama Ibu


Hai, perkenalkan namaku Fatima. Usiaku saat ini 15 tahun dan duduk di bangku kelas IX SMP Islam di kota kecamatan. Aku tinggal berdua dengan ayah. Kalian tahu? Saat Ramadhan tiba, orang lain akan mengingatnya dengan bulan yang penuh rahmat, bulan penuh berkah dan bulan penuh maghfirah. Tapi bagiku bulan Ramadhan adalah bulan kehilangan terbesar dalam hidupku. Aku menjadi sangat sentimentil di bulan ini. Apalagi ketika datang waktu sahur, maka yang terlintas di pikiranku adalah sosok ibu. Ibu yang selalu aku rindukan tapi hadirnya kembali disini hanyalah khayalan.

Ibuku sudah meninggal lima tahun lalu, saat Ramadhan. Waktu itu, ibu masih menyiapkan sahur, tiba-tiba ibu bilang dadanya sesak. Aku yang masih mengantuk dan berjalan ke kamar mandi tidak begitu peduli, pun ayah yang masih asik dengan tasbihnya di ruang sholat. Saat kembali dari kemar mandi, aku terheran-heran melihat ibu ketiduran di kursi makan. Apalagi mendapati belum ada makanan tersaji, baru ada beberapa potong tempe yang belum digoreng.

Mainan edukatif tidak harus mahal

Seorang ibu tentunya selain bertugas mendidik anak juga bertugas mengatur keuangan keluarga. Bukan sebagai kasir, tapi lebih dari itu har...