Edible Packaging

Posting Komentar
Pengemasan adalah salah satu bagian terpenting dalam penanganan produk buah-buahan, sayuran, dan makanan lain. Fungsi dari kemasan adalah mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk dari dari kontaminasi,  selain itu pengemas juga berfungsi untuk mempermudah penyimpanan dan distribusi. Dari segi promosi pengemas berfungsi sebagai daya tarik pembeli. Keawetan dan konsistensi mutu suatu produk pangan, biasanya sangat dipengaruhi oleh kemasannya. Bahkan tak jarang, konsumen tertarik membeli produk yang dikemas secara baik. Sementara, kemasan yang saat ini banyak digunakan oleh para pengusaha dan pedagang adalah bahan yang terbuat dari plastik. Padahal seperti diketahui, plastik adalah salah satu bahan yang sulit di degradasi jika berada di alam. Sehingga penggunaannya menjadi tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya alternatif untuk kemasan yang ramah lingkungan dan aman untuk manusia.

    Dewasa ini, penggunaan edible coating menjadi isu atau perbincangan yang cukup menarik sebagai salah satu alternatif kemasan yang ramah lingkungan dan bermanfaat untuk menjaga nutrisi produk yang dikemas serta membrerikan durabilitas atau umur simpan produk yang cukup lama.  Dengan adanya persyaratan bahwa kemasan yang digunakan harus ramah lingkungan maka penggunaan edible film atau edible coating adalah sesuatu yang menjajikan baik yang terbuat dari lipid, karbohidrat, protein maupun kombinasi dari ketiganya.
Edible coating adalah lapisan tipis yang dapat dikonsumsi yang digunakan pada makanan dengan cara pembungkusan, pencelupan, penyikatan, atau penyemprotan untuk memberikan penahan yang selektif terhadap perpindahan gas, uap air dan bahan terlarut serta perlindungan terhadap kerusakan mekanis (Fitriyani, 2008). Adapun  edible film adalah suatu lapisan tipis yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan, dibentuk untuk melapisa makana (coating) atau dilekatkan di antara komponen makanan (film) yang berfungsi sebagai penghalag terhadap perpindahan massa (misalnya kelembaban, oksigen, cahaya, lipid, zat terlarut) dan atau sebagai pembawa aditif serta untuk meningkatkan penanganan suatu makanan (Krochta,1992).
Edibel Coating untuk buah sejauh ini diketahui sebagai contoh aplikasi edible coating yang paling baik. Meskipun demikian, edible coating merupakan sistem pengemasan yang sangat baik digunakan  untuk memelihara bahan makanan yang kadar asam lemak jenuhnya (polysaturated faaty acid) tinggi, peka kterhadap oksidasi, seperti kacang-kacangan, daging dan ikan tertentu seperti ikan salem (Gennadion dan Weller, 1999).
Komponen penyusun edible packaging mempengaruhi secara langsung bentuk morfologi maupun karakteristik pengemas yang dihasilkan. Komponen utama penyusun edible film maupun edible coating dikelompokkan menjadi tiga, yaitu hidrokoloid, lipida dan komposit. Hidrokoloid banyak diperoleh dari protein utuh, selulosa dan turunnya, alginate, pectin dan pati. Dari kelompok lipida yang sering digunakan adalah lilin asilgliserol dan asam lemak.
Naila Zulfa
Seorang istri dan ibu pembelajar serta Praktisi HR yang suka dunia literasi. Selamat datang di Dunia Naila, semoga apa yang dibaca bermanfaat.

Related Posts

Posting Komentar