Selasa, 29 Maret 2011

Putri Kencana dan Pangeran Jipi Es

Pada jaman dahulu, di negeri purba, terdapat sebuah kerajaan bernama kerajaan dongeng. Disana, hiduplah seorang Raja yang sangat arif dan bijaksana. Sang Raja sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya dan tidak pernah semena-mena. Rakyatnya pun hidup damai, tenteram dan sejahtera. Mereka dilimpahi tanah yang subur, negeri yang makmur dan kehidupan bertetangga yang menyenangkan. Masyarakat hidup berdampingan dengan saling membantu dan gotong royong.

Sang Raja mempunyai seorang putri yang sangat cantik jelita, namanya Putri Kencana. Putri Kencana adalah putri kebanggaan Raja. Ia sangat pintar, tutur katanya lembut dan setiap tindak tanduknya selalu mengutamakan orang lain. Ia juga jago memasak, menari dan membatik.  Bagi Raja, Putri Kencana adalah permata hatinya. Banyak Pangeran dari negeri tetangga ingin meminangnya, namun Raja tak ingin putri kesayangannya menikah dengan pangeran yang salah. Oleh karena itu Sang Raja selalu selektif memilihkan calon suami untuk putrinya.

Suatu ketika, datanglah Pangeran Hitam dari negeri antah berantah yang ingin meminang Putri Kencana. Namun Sang Raja tidak menghendaki Pangeran Hitam menjadi menantunya, bukan karena Pangeran Hitam tidak rupawan dan kulitnya yang menghitam. Bagi Sang Raja itu tidak masalah jika pangeran Hitam bisa membahagiakan Putri Kencana. Sang Raja tidak menyetujuinya lantaran Pangeran Hitam adalah Pangeran yang terkenal bengis dan menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginannya.

Mendapati penolakan Sang Raja, Pangeran Hitam sangat murka. Ia segera memerintahkan ajudannya untuk menculik Putri Kencana. Sayangnya rencana busuk tersebut tidak terdengar oleh Sang Raja sehingga Putri Kencana berhasil diculik oleh Pangeran Hitam. Pangeran Hitam pun  menyembunyikan Putri kencana di dalam gua di tengah hutan belantara. Raja sangat sedih mendapati Putri Kencana hilang.  Sang Raja segera mengerahkan seluruh pasukannya untuk mengambil kembali Sang Putri dari tangan Pangeran Hitam. Beberapa hari berlalu, Raja pun was-was menunggu kembalinya Sang Putri.

Hari yang ditunggu pun akhirnya datang juga. Pasukan kerajaan datang dari Negeri Antah Berantah. Tapi sayangnya pasukan kerajaan datang dengan tangan kosong, Putri Kencana tidak ikut kembali ke negeri Dongeng. Pasukan kerajaan pun melaporkan kepada Sang Raja bahwa Sang Putri tidak ditemukan di Negeri Antah Berantah. Menurut panglima pasukan, Pangeran Hitam tidak mengakui bahwa Sang Putri diculik olehnya. Pangeran Hitam menganggap bahwa itu hanyalah fitnah. Pangeran Hitam  menantang pasukan Sang Raja untuk menggeledah istananya dan seluruh negerinya, Jika mereka berhasil menemukan Putri Kencana maka Pangeran Hitam rela menyerah dan memberikan seluruh kekuasaanya kepada negeri Dongeng.

Mendengar laporan panglima, Sang Raja sangat geram.

“Licik kau Hitam!!! aku tahu putriku telah kau culik dan kau sembunyikan! Aku bersumpah bahwa aku akan menemukan Putri kesayanganku!” teriak Sang Raja menggelegar.

Sang Raja pun akhirnya memutuskan akan mengadakan sayembara untuk menemukan sang putri. Bagi siapapun yang menemukan Putri Kencana ada imbalan yang setimpal. Jika ia perempuan maka akan diangkat menjadi saudara Putri Kencana atau secara tidak langsung sebagai putri angakat Sang Raja. Jika ia laki-laki maka ia akan dijadikan menantu Sang Raja, suami Putri Kencana.

Kabar sayembara pun menyebar ke seluruh pelosok negeri, bahkan ke negeri-negeri tetangga. Banyak pemuda berdatangan dan mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuannya untuk menemukan Sang Putri, sayangnya dari sekian banyak pendekar, pangeran, hingga rakyat biasa tidak ada seorang pun yang berhasil menemukan Sang Putri. Sang Raja mulai putus asa, ia sangat sedih dan menyesal tidak menjaga Putri Kencana dengan baik. Detik berganti menit, menit telah berganti jam, jam telah berganti hari, hari pun berganti minggu. Rangkaian waktu terlewat, tapi tidak ada tanda-tanda putri Kencana bisa ditemukan.

Hingga suatu hari, saat semua pangeran, pendekar dan pemuda dari seluruh pelosok negeri telah menyerah, dan sayembara akan segera ditutup datanglah sosok pangeran yang sangat tampan, santun dan sakti mandraguna. Ia adalah Pangeran Jipi es dari Negeri Satelit.

Pangeran Jipi Es masih sangat muda, tapi ia mempunyai kekuatan yang sangat sakti untuk mengetahui keberadaan suatu benda, baik benda hidup maupun benda mati. Banyak orang mengagumi kemampuan pangeran Jipi Es. Meskipun demikian, Sang Raja sangsi, ia tidak yakin pangeran Jipi Es mampu menemukan Putri Kencana lantaran banyak pendekar-pendekar sebelumnya yang dianggap sakti pun tidak mampu menemukan Putri Kencana.

“Jipi Es, usia mu masih sangat muda, kau pun sangat tampan dan santun, aku akan sangat senang jika kau memang mampu menemukan Putri Kencana, tapi banyak pendekar sakti yang jauh lebih tua dan banyak makan asam garamnya kehidupan pun gagal menemukan Putriku, apakah kau yakin mampu mengikuti sayembara ini?” tantang  Sang Raja pada Pangeran Jipi Es.

“Baginda, hamba berjanji akan berusaha sebisa mungkin menemukan Putri Kencana, ijinkan hamba mengikuti sayembara ini” ucap Jipi Es dengan sangat mantap. Tatapan matanya sangat jernih dan meyakinkan.

“Baiklah, aku berharap kau adalah orang terakhir yang mengikuti sayembara ini dan bisa menemukan Putri Kencana”

“Siap Baginda” ucap Jipi Es sembari bangkit dan minta restu untuk segera mencari Putri Kencana.

Setelah kepergian Jipi Es, Sang raja kembali ke peraduannya. Menunggu kabar dari Jipi Es dan berdoa untuk keselamatan putrinya. Masyarakat pun turut resah dan harap-harap cemas, banyak yang menyangka putri kencana dibunuh, tapi tidak sedikit juga yang menganggap putri kencana masih hidup dan disembunyikan oleh Peangeran Hitam. Masyarakat tidak rela kehilangan Putri Kencana dengan cara sedemikian tragis.

Waktu pun bergulir, Jipi Es dengan seluruh kekuatannya mencari keberadaan Putri Kencana. Dia mencurahkan semua pikiran, tenaga dan kekuatan batinnya untuk menemukan Putri Kencana yang menjadi dambaan hatinya. Awalnya, ia sempat kebingungan karena kekuatannya untuk melacak Putri Kencana dihalangi oleh kekuatan  Pangeran Hitam sehingga  pertanda yang ia dapatkan seringkali kacau dan acak.

Setelah segala upaya ia kerahkan, akhirnya ia bisa melacak posisi Putri Kencana. Jipi Es pun segera menuju lokasi tersebut. Sebelum tiba di lokasi, di tengah jalan Pangeran Jipi Es sempat dihadang oleh Pangeran Hitam. Mereka sempat beradu kekuatan, Pangeran Jipi Es pun memenangkan pertarungan. Pangeran Hitam kalah dan melarikan diri.

Usai mengalahkan Pangeran Hitam, Jipi Es mendekati lokasi Putri Kencana disembunyikan. Putri Kencana sedang  tertidur saat  Jipi Es datang menyelamatkannya. Putri Kencana terbangun ketika mendengar langkah kaki Jipi Es. Ia terkejut saat membuka matanya dan mendapati pangeran yang sangat tampan di depannnya. Jipi Es segera menjelaskan kedatangannya agar Putri Kencana tidak salah paham. Putri pun lega dan bersyukur harapannya bisa segera keluar dari dalam gua di tengah hutan rimba yang dingin dan beku ini akan segera terwujud.

Jipi Es akhirnya mengajak Putri Kencana untuk keluar dari dalam gua di tengah hutan. Keluar dari gua, Putri Kencana kebingungan hendak kemana ia melangkah, ke selatan, utara, barat, atau timur? Mengikuti arah angin? Atau cukup mengikuti datangnya sinar mentari???

Di tengah kebingungan Sang Putri, Jipi Es segera menunjukkan kemampuannya, menentukan posisi mereka saat itu dan menentukan arah yang harus diambil. Ia memberikan intruksi pada Putri Kencana untuk mengikuti langkah Jipi Es, Jipi Es sangat yakin dengan kemampuannya untuk bisa keluar dari dalam hutan dan menemukan jalan menuju negeri Dongeng. Putri Kencana pun mengikutinya.

Sesampai di negeri Dongeng, Sang Raja dan masyarakat menyambut kedatangan mereka dengan sangat meriah. Berkat kekuatan Jipi Es yang sakti mandraguna, Putri Kencana bisa ditemukan dan kembali lagi di tengah mereka. Sang Raja pun memenuhi janjinya untuk menikahkan pemenang sayembara dengan Putri kesayangannya. Putri Kencana dan Pangeran Jipi Es pun akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya.
selesai.....

Tulisan ini aku buat untuk memeriahkan lomba cerita anak (dongeng) 2011 yang diadakan oleh sarikata.com

ayuk teman-teman ikutan gabung juga, masih ada waktu.
gambar diculik darisini

14 komentar:

  1. ending khas dongengnya hc andersen..
    pangeran dan putri hidup bahagia selamanya...

    BalasHapus
  2. hmmm...bikin cerita dongeng ya kak,, :) ajari dong..:D

    BalasHapus
  3. Oalah, pangerannya itu GPS ya?? :)

    Salam kenal mba'...

    BalasHapus
  4. Ceritanya lumayan bagus...sudah lama tak buat postingan ..gimana kabarnya
    Salam hangat dan sehat selalu ya

    BalasHapus
  5. si Snail dan Jipies hahahahha......walking-walking snail ^_^v

    BalasHapus
  6. @kodok_oneminuteonline: snail tuh siapa yah???

    @IbuDini: makasih mb, turut menyemarakkan aja,
    iya mb, kemaren2 sedikit ada kesibukan yang gak bisa diduain dengan ngeblog, hehehe...
    sekarangberes urusannnya, jadi bisa aktif lagi, :)

    @dheesay: hehehe, yups.. pengeran GPS
    salam kenal balik,,,

    @ammie: yuk belajar bareng...
    aku juga baru pertama kalinya nulis dongeng, gara2 ada lomba, jadi ikut menyemarakkan, :)

    Rawins: heeh, hans andersen emang inspiring banget buat aku waktu aku kecil, jadi mungkin emang tulisanku dipengaruhi banget ama tulisan2nya hans andersen, :)

    BalasHapus
  7. Dongengnya Bagus, terus berkarya, salam semangat

    BalasHapus
  8. dongeng ringan yang mengingatkan saya tentang khayalan masa kecil...keren

    BalasHapus
  9. Hebat... pinter buat dongeng ternyata. Sebenarnya aku ingin ikutan lomba nulis dongeng itu tapi gak bisa nulis fiksi sampai sekarang :(

    BalasHapus
  10. dari judulnya aku dah curiga ini pasti lomba dari sarikata. yang ikut lumayan banyak. moga menang ya. :)

    BalasHapus
  11. kunjungan tengah malam

    BalasHapus
  12. mbak photonya di selorejo ya

    BalasHapus
  13. @mawardi: yups, arek malang kah?? pasti pernah kesana juga y??

    @wiy: :)terimakasih kunjungannya.


    @Tukang Colong: hahahaha, dah ketahuan ya... turut meramaikan ajah,^^

    @Mb Renny: hmmm, aku juga masih belajar mb, ini pertama kalinya bikib dongeng

    @Nufri: iya, aku nulis pun terinsprasi dongeng2 waktu kecil,

    @Handoko, yups, makasih buat semangatnya, ^^

    BalasHapus
  14. lama juga menghilangnya yah....welcome back deh

    BalasHapus

teman-temanku, menulis adalah kolaborasi antara hati dan pikiran kita, tulislah saran, kritik, uneg2, atau sekedar tanggapan kalian.

well, siapapun kalian,
terimakasih untuk meninggalkan jejak langkah disini, :)