Senin, 26 April 2010

Benarkah Indonesia The Lost Atlantis?

Tadinya aku nggak begitu berminat dengan dongeng adanya negeri yang hilang ribuan tahun silam sebelum masehi. Negeri besar sebagai awal mula peradaban dunia. Tapi begitu mendengar ada penelitan yang mengungkap bahwa negeri yang hilang itu (Atlantis) berada di nusantara, banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul. naluriku sebagai manusia yang serba ingin tahu mencuat ke permukaan, apalagi naluriku sebagai manusia Indonesia, benar-benar tergelitik!

    Sejauh ini negeri yang hilang masih menjadi percakapan dan perdebatan oleh para ahli sejarah. Banyak penelitian dilakukan tapi belum ada cukup bukti empiris yang dapat membongkar rahasia sejarah tersebut. cerita negeri yang hilang berawal dari filsuf ternama, Plato dalam bukunya Timaeus and Critias yang ditulis 360 SM. Jika dibandingkan dengan karya-karya Plato yang lain, sebenarnya buku ini bukanlah buku yang begitu luar biasa. Hanya saja catatan didalamnya tentang cerita Solon yang mendapatkan kisah dari para pendeta di Kota Sais, Mesir kuno itulah yang hingga kini menjadi salah satu misteri terbesar di dunia. Sebuah kisah tentang dunia yang hilang pada masa silam, masa pra sejarah, Atlantis.

Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga.
  
Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah menjadi ambisius. Yang kuasa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.

Dalam catatannya, Plato menulis Atlantis terhampar di seberang pilar Herkules dan memiliki angkatan laut yang menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudera hanya dalam waktu satu hari satu malam.

    Di tengah perbincangan para ahli sejarah mengenai kemungkinan keberadaan Atlantis yang semakin menghangat. Tiba-tiba muncul pernyataan bahwa Atlantis berada di Indonesia, negeri kita, nusantara! Pernyataan itu diungkapkan oleh Profesor Arysio Santos, Ph.D. dalam bukunya Atlantis, The Lost Continent Finally Found. Setelah melakukan penelitian selama kurang lebih 30 tahun dan menemukan bukti-bukti meyakinkan, beliau memastikan kepada dunia bahwa situs Atlantis adalah Indonesia. Tentunya hal itu di luar dugaan para ahli sejarah dan mengagetkan banyak kalangan, terutama mereka yang menganggap bahwa baratlah awal mula peradaban dunia. Sebelumnya mereka berspekulasi bahwa Atlantis ada di sekitar benua Atlantik. Mungkin karena dua kata itu kembar identik, namun seiring berjalannya waktu, kebanyakan lokasi yang diusulkan berada atau di sekitar Laut Tengah. Pulau seperti Sardinia, Kreta dan Santorini, Sisilia, Siprus dan Malta; kota seperti Troya, Tartessos, dan Tantalus (di provinsi Manisa), Turki; dan Israel-Sinai atau Kanaan.
    Penelitian Prof Santos yang menggemparkan tersebut tentunya menuai banyak pro dan kontra. Namun jika dilihat dari hipotesa yang dilakukan Prof. Santos, hal ini cukup masuk akal. Penenelitian yang dilakukan beliau bukan hanya dari lokasi yg selama ini dilakukan oleh peneliti lainnya, beliau meneliti dari tulisan Plato, lokasi, huruf, artefak, geologis, suku, tabiat dan banyak lainnya. Selain itu melihat 24 syarat yang secara geografis harus memenuhi persyaratan keberadaan lokasi Atlantis, Indonesia mempunyai peluang sebagai bekas situs Atlantis. 24 kriteria tersebut merupakan hasil kesepakatan para peneliti Atlantis dari 15 negara yang berkumpul di Pulau Milos, Yunani, dari 11 hingga 13 Juli 2005.
   Terlepas dari percaya atau tidaknya kebenaran adanya Atlantis. Setidaknya penemuan tersebut dapat menguntungkan Indonesia, bisa menjadi promosi gratis bagi wisata Nusantara (bukan hanya Bali). Selain itu penemuan tersebut juga bisa menurunkan beberapa penelitian-penelitian lain di banyak bidang. Dan jika memang nantinya terbukti bahwa Atlantis adalah fakta sejarah yang tenggelam di kepulauan nusanara, dan  Indonesia adalah sisa-sisa dari kejayaan masa lampau. Pasti ada arti di balik semuanya. Semoga saja tidak hanya menjadi kebanggaan sempit atas kejayaan masa lampau, tapi kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari semuanya dengan tetap berdiri tegak menyongsong masa depan yang lebih baik.
  

2 komentar:

  1. terima kasih kunjungannya. kalo ga salah saya juga pernah baca versi atlantis disuatu forum kemungkinan di Indonesia (sumatra/kalimantan gitu?). tapi ga bisa di eksplorasi karena dijaga oleh mahluk supranatural. salam kenal juga naila.. ^_^

    BalasHapus
  2. @Allien99: jiahhh, sejak kapan ahli sejarah menghubungkan situs2 kuno dengan mahluk supranatural,
    mungkin mang belum ditunjukkin aja kebenarannya ma Sang Maha..

    salam kenal juga, makasih udah mampir balik,:)

    BalasHapus

teman-temanku, menulis adalah kolaborasi antara hati dan pikiran kita, tulislah saran, kritik, uneg2, atau sekedar tanggapan kalian.

well, siapapun kalian,
terimakasih untuk meninggalkan jejak langkah disini, :)